Jumat, 15 September 2017

Cara Mencegah Mencegah Masuk Angin Duduk

Cara Mencegah Mencegah Masuk Angin Duduk

Meski tidak semua nyeri dada disebabkan oleh kondisi jantung, pemeriksaan dokter merupakan langkah teraman.

Penyebab angin yang bertiup (Angina)

Agar berfungsi dengan baik, jantung mensyaratkan konsumsi cukup darah kaya oksigen. Darah organ ini akan melewati dua kapal besar yang disebut bejana koroner. Angin terjadi saat pembuluh koroner menyempit.Atas dasar hal-hal yang bisa memicu penyempitan arteri koroner, angin terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

Angin tetap stabil 

Aktivitas fisik (misalnya olahraga) adalah pemicu kondisi ini. Saat seseorang berolahraga, jantung mereka membutuhkan lebih banyak darah. Asupan ini tidak akan terpenuhi jika arteri koroner menderita penyumbatan atau penyempitan. Kejang angin stabil juga bisa dipicu oleh beberapa hal lainnya, seperti merokok, stres, makan berlebihan dan udara dingin.

Angin tidak stabil

Kondisi ini bisa disebabkan oleh endapan lemak atau bekuan darah yang mengurangi atau menghalangi aliran darah ke jantung. Berbeda dengan angin yang stabil, rasa sakit angin yang tidak stabil akan terus ada meski pasien sudah berbaring dan minum obat. Jika tidak terkendali, kejang angin yang tidak stabil bisa menyebabkan serangan jantung.

Angin duduk varian (angin duduk Prinzmetal)

Dalam hal ini arteri jantung sementara terbatas karena kejang. Varian angin bisa terjadi kapan saja, bahkan saat seseorang sedang beristirahat. Gejalanya seringkali parah. Penyempitan arteri sementara menyebabkan suplai darah ke jantung menurun dan rasa sakit timbul. Meski begitu, gejala varian angin duduk bisa ditenangkan dengan obat-obatan terlarang.Sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko pengendapan angin. Beberapa faktor ini meliputi:

Kolesterol Tinggi

Kadar kolesterol tinggi di tubuh seseorang berpotensi menumpuk di pembuluh darah. Jika ini terjadi, tentu saja darah akan sulit mengalir ke jantung.

Anda menderita diabetes

Kadar gula darah tinggi akibat diabetes bisa merusak dinding arteri. Selain itu, diabetes juga bisa menaikkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Hipertensi 

Jika aliran darah tersumbat, jantung dipompa lebih keras dan tekanan meningkat sehingga darah mengalir. Jika ini berlanjut, tekanan tinggi bisa merusak dinding arteri atau menyebabkan pengerasan pembuluh darah.

Menekankan

Saat kita mengalami stres, tubuh akan menghasilkan serangkaian hormon yang bisa mengencangkan pembuluh darah. Selain itu, stres juga bisa menaikkan tekanan darah.

Kegemukan

Orang yang mengalami obesitas akan rentan terhadap sejumlah kondisi yang dapat meningkatkan risiko memiliki angin duduk, seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi.

Merokok

Aktivitas ini bisa merusak dinding arteri dan menyebabkan akumulasi kolesterol sehingga darah sulit mengangkut oksigen untuk beredar.

Sejarah

Jika Anda telah terpapar penyakit yang berhubungan dengan jantung atau memiliki keluarga yang memiliki sejarah seperti itu, maka Anda juga berisiko tinggi terkena angin yang bertiup.

Kurang berolahraga

Orang yang kurang berolahraga memiliki risiko lebih besar duduk dalam angin karena mereka rentan terhadap obesitas, hipertensi, kolesterol tinggi dan diabetes, yang pada gilirannya meningkatkan risiko angina berkembang.

Usia

Orang tua berisiko lebih besar terkena angin saat duduk daripada orang muda karena pembuluh darah akan mengencangkan dan kehilangan fleksibilitas saat mereka tumbuh. Khusus untuk pria, peningkatan risiko ini dimulai pada usia 45 tahun, sedangkan pada wanita berusia 55 tahun.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar